YOGYAKARTA, Warta Jiwa – Pada hari Selasa, 12 November 2025, sekitar pukul 11.40 WIB, Kereta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mengalami mogok mendadak di jalur antara Stasiun Wates dan Stasiun Kedundang, tepatnya di Kulon Progo. Kejadian ini menarik perhatian banyak orang, khususnya para penumpang yang terjebak dalam situasi tersebut. Para petugas teknisi terlihat berusaha memperbaiki kereta yang berhenti di dekat Pasar Cikli, namun upaya mereka untuk menyalakan kembali kereta tersebut tidak membuahkan hasil.
Dengan situasi kereta mogok yang tak kunjung teratasi, para penumpang mulai menunjukkan reaksi panik. Pintu kereta dibuka, dan sebagian besar penumpang mulai merayap keluar menuju rel. Dalam upaya untuk mencari alternatif transportasi menuju bandara, mereka terlihat berhamburan menuju jalan raya yang berdekatan.
Keadaan Penumpang setelah Kereta Mogok
Akibat mogoknya kereta, ratusan penumpang terpaksa mencari kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta International Airport. Dalam keadaan panik, banyak penumpang yang memilih untuk mencegat mobil yang melintas di sekitar jalan desa. Kelompok-kelompok penumpang terlihat berlari dan mengangkat barang bawaan mereka sambil mencari kesempatan untuk masuk ke dalam kendaraan yang tersedia.
Situasi semakin sulit ketika hujan rintik mulai turun, menambah kendala bagi penumpang yang mencoba menyeberang ke jalan utama. Banyak yang membawa koper dan barang besar sulit menavigasi bantalan rel yang licin. Beberapa penumpang bahkan meminta bantuan warga setempat untuk menyeberang. Dalam momen yang penuh kebingungan ini, penumpang yang sudah memiliki jadwal penerbangan terancam kehilangan penerbangan mereka, yang menambah rasa cemas di antara mereka.
Langkah Penanganan dari PT Railink
PT Railink, selaku operator Kereta Bandara YIA, segera memberikan pernyataan resmi mengenai kejadian ini. Dikonfirmasi bahwa gangguan teknis menjadi penyebab mogoknya kereta yang beroperasi dengan nomor KA 539. Penumpang yang terkena dampak insiden ini dialihkan ke moda transportasi lain seperti bus dan mobil untuk memastikan bahwa mereka dapat tiba di bandara tepat waktu.
Untuk memberikan kompensasi atas ketidaknyamanan yang dialami, PT Railink menawarkan pengembalian biaya 100% bagi penumpang yang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan. Manajemen PT Railink menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan akan melakukan evaluasi teknis guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Respons dan Rencana Selanjutnya
Dalam situasi yang menegangkan ini, manajemen PT Railink meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang. Mereka menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama. Penanganan cepat dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Daerah Operasi 6 Yogyakarta juga dianggap penting untuk pemulihan jalur kereta yang terganggu.
Ke depan, PT Railink berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional kereta, sehingga insiden kereta mogok seperti ini tidak terulang di Yogyakarta International Airport maupun di jalur lainnya. Kereta Bandara yang menghubungkan Yogyakarta dengan bandara diharapkan dapat menawarkan pelayanan yang lebih andal dan efektif bagi para penumpang.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan hasil liputan yang komprehensif dari berbagai media nasional terpercaya serta pernyataan langsung dari pihak-pihak terkait. Seluruh informasi telah melalui proses verifikasi dan fact-checking sesuai dengan prinsip kode etik jurnalistik untuk memastikan keakuratan, keseimbangan, dan kredibilitas pemberitaan. Wartajiwa.com berkomitmen untuk menyajikan berita yang faktual dan bertanggung jawab, dengan semangat “Mewartakan dengan Jiwa” sebagai wujud integritas dan dedikasi terhadap kepercayaan publik.






