JAKARTA, Wartajiwa.com – Air mata keharuan mengalir di pipi Reza Rahadian saat film perdananya sebagai sutradara, “Pangku”, dinobatkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis malam (20/11/2025).
Kemenangan gemilang ini membuat “Pangku” berhasil membawa pulang empat Piala Citra, menjadikannya salah satu film paling berprestasi di ajang bergengsi perfilman Indonesia tahun ini. Selain kategori Film Cerita Panjang Terbaik, “Pangku” juga meraih penghargaan untuk Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim), Penulis Skenario Asli Terbaik (Reza Rahadian dan Felix K. Nesi), serta Pengarah Artistik Terbaik (Eros Eflin).
“Ibu saya ada di rumah, menonton. Ibu saya bilang, ‘doa mama beserta’,” ucap Reza dengan suara bergetar dalam pidato kemenangannya. Film ini merupakan bentuk penghormatan kepada sang ibunda, Pratiwi Widantini Matulessy, yang menjadi inspirasi di balik cerita “Pangku”.
Dengan nada penuh emosi, aktor 38 tahun itu menambahkan, “Buat saya film ini adalah wujud terima kasih saya kepada perempuan-perempuan hebat di luar sana yang terus berjuang di tengah keterbatasan yang ada.”
Kisah Perempuan Pejuang di Pantura
“Pangku” mengangkat drama kehidupan perempuan penjaja kopi di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa. Film ini mengikuti perjalanan Sartika (diperankan Claresta Taufan), seorang perempuan muda yang tengah mengandung dan nekat meninggalkan kampungnya demi masa depan yang lebih baik bagi calon buah hatinya.
Dalam kondisi tanpa arah, Sartika bertemu dengan pasangan lanjut usia, Maya (Christine Hakim) dan Jaya (Jose Rizal Manua), yang memberikan tempat tinggal untuknya. Namun, alih-alih mendapat pekerjaan layak, Sartika justru harus membantu menjaga warung kopi milik Maya yang kerap dikunjungi sopir dan kernet truk.
Film yang diproduksi oleh rumah produksi Gambar Gerak ini juga dibintangi oleh Fedi Nuril, Devano Danendra, dan Shakeel Fauzi.
Prestasi Internasional
Sebelum meraih kesuksesan di FFI 2025, “Pangku” telah lebih dulu membuktikan kualitasnya di kancah internasional. Film dengan judul internasional “On Your Lap” ini berhasil mendominasi Vision Awards di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 dengan meraih empat penghargaan sekaligus, yaitu KB Vision Audience Award, Fipresci Award, Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.
Kemenangan di Busan menjadikan “Pangku” sebagai film dengan penghargaan terbanyak di Vision Award tahun ini, melampaui capaian film India “Shape of Momo” yang hanya meraih dua kategori.
Pesan untuk Generasi Muda
Dalam pidato kemenangannya, Reza juga menyampaikan pesan penting mengenai pendidikan. “Dan lagi-lagi, buat Bayu-Bayu kecil di luar sana, dan buat para pemangku kebijakan, semoga kalian adalah orang-orang yang tidak lagi membatasi mereka untuk terus bersekolah dan mendapatkan hak untuk berpendidikan,” ujarnya.
Pernyataan ini merujuk pada karakter Bayu dalam film, yang merepresentasikan anak-anak dari keluarga marginal yang berjuang untuk mendapatkan akses pendidikan.
Kemenangan “Pangku” di kategori Film Cerita Panjang Terbaik diraih setelah menyisihkan nominator lainnya, yakni “Jumbo”, “Pengepungan Di Bukit Duri”, “Perang Kota”, dan “Sore: Istri dari Masa Depan”.
CATATAN REDAKSI:
Artikel ini disusun berdasarkan sumber kredibel termasuk liputan langsung Festival Film Indonesia 2025 di Taman Ismail Marzuki Jakarta (20/11/2025), keterangan resmi panitia FFI 2025, data prestasi film “Pangku” di Busan International Film Festival 2025, serta liputan dari berbagai media massa terpercaya.
Kesuksesan “Pangku” di forum internasional dan nasional menunjukkan bahwa cerita-cerita lokal tentang kehidupan masyarakat marginal memiliki daya tarik universal. Film ini juga mengangkat isu penting tentang hak pendidikan anak dan perjuangan perempuan yang masih relevan dengan kondisi sosial Indonesia saat ini. Semoga kesuksesan “Pangku” dapat menginspirasi sineas muda Indonesia untuk terus berkarya dan mengangkat cerita-cerita autentik dari berbagai lapisan masyarakat.
Warta Jiwa berkomitmen mewartakan dengan jiwa, menyajikan berita yang objektif dan berimbang. Kami mengapresiasi pencapaian sinema Indonesia yang terus mengangkat cerita-cerita marginal dan isu sosial penting melalui karya film berkualitas.
Penulis: Vincencius Vino





